Selasa, 15 Februari 2011

matahari siang

membangunkan ku tiap hari, meracuni untuk tidur kembali
mau kah kau tutup tiraimu sejenak agar aku bisa sembunyi kembali didalam selimutku
hangatmu membekukan kaki untuk melangkah
panasnya menghasilkan keringat yang jumlahnya cukup untuk mencuci baju
geliat cacing dipinggir jalan adalah satu-satunya pemandangan yang menghibur
muda-mudi bercinta sambil memicingkan mata
mobilmobil menciptakan fatamorgana yang semu
semua mata menyipit
pupil yang mengecil tanda sang surya telah menjalankan tugasnya dengan sempurna
badan yang tak sempat terbasuh air sebuah hal yang lazim

"matahari siang kembalilah esok hari, untuk sementara waktu kembalilah dulu ke singgahsanamu biarkan aku memeluk gulingku kembali tanpa jeda" ujar ku


namun matahari tetap matahari, ia terlampau cerdik untuk meng-iya-kan suruhanku.
ia terlalu berguna untuk mematikan cahayanya walau datang sedikit terlambat
ku tolak gelap dalam siang karena itu lah tugasmu matahari
kau bertugas siang hari

jalanilah tugasmu !

biarkanlah bulan datang setelah mu

aya
15 februari 2011
kamar bandung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar